Monday, March 31, 2014

SENI

Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda “genie” dalam bahasa Latin disebut “genius”, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir , menurut kajian ilmu di eropa mengatakan “ART” yang berarti artivisual yaitu adalah suatu media yang melakukan suatu kegiatan tertentu. Seiring dengan perkembangan waktu, banyak definisi seni diungkapkan oleh beberapa ahli. Berikut diuraikan beberapa definisi seni menurut para ahli nya .
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.

Definisi seni menurut beberapa ahli:

     Alexander Baum Garton 
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
     
     Aristoteles 
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.

      Immanuel Kant 
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.

      Ki Hajar Dewantara 
Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.

     Leo Tolstoy 
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yanng disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.
     
     Sudarmaji 
Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.
Menurut  Aristoteles
“seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.”
Menurut Plato dan Rousseau
“seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.”
Everyman Encyklopedia
Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.
Ensiklopedi Indonesia
Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.
Akhdiat Karta Miharja
Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.
Prof. Drs. Suwaji Bastomi
Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.
Drs. Sudarmaji
Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.
Nandawan L. Hasanah
Seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsur kan keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Namun Definisi umum nya seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia.
Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  1. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra seperti puisi dan pantun
  2. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisanposter,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
  3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang,film

Tujuan Pengunaan Seni

Manusia sudah dapat memahami seni sejak zaman purba dahulu , kengunaan seni dulu sebagai penyampaian komunikasi berupa gambar kegiatan manusia purba ketika itu yang di gambar melalui media dinding goa berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba , seni dingunakan juga sebagai pemujaan antara alam dan makhluk nya sehingga seni di kaitkan sebagai hal magis dalam suatu kultur namun beda hal nya dengan seni di zaman  modern yang sudah  berkembang pesat dari nilai fungsi nya .

Kita sebut kan saja seni modern atau seni kontemporer , namun apa beda nya dengan fungsi seni terdahulu ? seni di zaman ini bersifat individu demi untuk kepuasan diri  atau mengexpresikan sesuatu hal tertentu dan bersifat komersil beda hal nya dengan seni yang terdahulu karena seni di saat itu hanya untuk sesama sebagai alat komunikasi antara dengan yang lain nya , seni modern ini juga berpengaruhi juga dari pengunaan nya yang dahulu nya media pengunaan berupa kanvas atau kertas sekarang mengunakan media eletronik atau digital hal ini membuat  banyak nya lahir nya teknik baru dalam seni kotemporer , hal ini juga mengubah cari pikir seniman / artis yang dahulunya suatu karya sebagai expresi diri dan sekarang karya sudah sebagai  pendapatan diri sendiri.

AGAMA

Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasisimbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etikahukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.

Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.

Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas; Namun, dalam kata-kata Émile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" Émile Durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Sebuah jajak pendapat global 2012 melaporkan bahwa 59% dari populasi dunia adalah beragama, dan 36% tidak beragama, termasuk 13% yang ateis, dengan penurunan 9 persen pada keyakinan agama dari tahun 2005. Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme.

Berdasarkan cara beragamanya:
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Pengertian agama menurut beberapa ahli:
  • Pengertian Agama Menurut Anthony F.C. Wallace: Agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada manusia dan semesta.
  • Pengertian Agama Menurut Parsons & Bellah: Agama adalah tingkat yang paling tinggi dan paling umum dari budaya manusia.
  • Pengertian Agama Menurut Luckmann: Agama adalah kemampuan organisme manusia untuk mengangkat alam biologisnya melalui pembentukan alam-alam makna yang objektig, memiliki daya ikat moral dan serba meliputi.
  • Pengertian Agama Menurut KBBI: Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan/kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia lainnya.

              

ETNIS

Etnis adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budayabahasaagamaperilaku, dan ciri-ciri biologis.

Etnis berbeda dengan pengertian ras. 


Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupanmanusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah. Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barthdan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok. Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis


Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.


Seperti yang diungkap oleh Coakley (2001:243) “...it refers to the cultural heritage of particular group of people”. Jadi, etnis mengacu pada warisan budaya dari kelompok orang tertentu. Maguire, et al (2002: 140) menjelaskan juga bahwa “the term ethnic become a precise word to use regarding people of varying origins”. 


Jadi, istilah etnis menjadi sebuah kata yang tepat untuk memandang orang dari berbagai asal-usul. Lebih lanjut diungkapkan pula bahwa etnis mungkin dipertimbangkan dalam istilah kelompok apapun yang didefinisikan atau disusun oleh asal-usul budaya, agama, nasional atau beberapa kombinasi dari kategori-kategori tersebut (Maguire, et al, 2002:134). 


Pengertian-pengertian etnis membentuk pengertian kelompok etnis. Kelompok etnis merupakan sebuah kategori orang yang berbeda secara sosial karena mereka membagi sebuah jalan kehidupan dan komitmen pada segala sesuatu cita-cita, norma-norma, dan meteril yang terdapat pada jalan kehidupan itu (Coakley, 2001:143). Greely dan McCready dalam Maguire, et al (2002:135) berpendapat bahwa kelompok etnis adalah sebuah kolektivitas yang didasarkan pada dugaan asal-usul yang lazim dengan sebuah sifat menarik yang menandai mereka diluar atau yang tetap menanamkan mereka pada keanehan dengan populasi asli dalam kampung pedalaman.


Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut di atas, maka terdapat dua istilah yaitu etnis dan kelompok etnis. Etnis mengacu pada orang yang didasarkan pada asal-usul sebagai warisan budaya kelompok orang tertentu. Kelompok etnis merupakan suatu kelompok manusia yang memiliki jalan kehidupan dan memiliki sifat serta karakteritik yang menarik.


Pengertian etnis menurut beberapa ahli:

1. Fredrick Barth
Etnis adalah himpunan manusia karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa ataupun kombinasi dari kategori tersebut yang terikat pada sistem nilai budaya.

2. Hassan Shadily MA
Suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.

3. Menurut Ensiklopedi Indonesia
Etnis berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.

4. Menurut Perspektif Teori Situasional
Etnis merupakan hasil dari adanya pengaruh yang berasal dari luar kelompok. Salah satu faktor luar yang sangat berpengaruh terhadap etnisitas adalah kolonialisme, yang demi kepentingan administratif pemerintah kolonial telah mengkotak-kotakkan warga jajahan ke dalam kelompok-kelompok etnik dan ras (Rex dalam Simatupang, 2003). Untuk seterusnya sisa warisan kolonial itu terus dipakai sampai sekarang.

referensi: https://id-id.facebook.com/etnisindo/posts/113626725470439
               http://ikharagazza.blogspot.com/2012/12/pengertian-etnis-ras-negara-budaya-dan.html

Thursday, March 13, 2014

We Are The World

)



























A Little Motivation

)

Change your mind in just 2.50 mins

)

Cultural Relationship with Gender, Ethnic and Language

RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND CULTURE: 

Gender refers to the roles and responsibilities of women and men who are determined by the community. The concept also refers to the existence of gender expectations about attitudes, behaviors of women and men that are tailored to their roles and responsibilities (femininity and masculinity). Various roles and expectations are learned, are subject to change at any time, and vary both within and between cultures. Gender-Based Analysis Policy shows how women's subordination is socially constructed. Therefore, the opposite of a biologically determined differences that are static, gender can be changed / altered. 
Exemplarily: Television Advertising

Gender stratification in any society requires:
(1) Individual socialization into traditional gender roles within the family
(2) Promotion and support of these traditional roles by other social institutions
Every society has men and women who resist and successfully oppose stereotypes

Sexism and Sex Discrimination
Sexism: ideology that one sex is superior to the other
- Generally used to refer to male prejudice and discrimination against women
- U.S. society run by male-dominated institutions



CULTURAL AND ETHNIC RELATIONS:


Natural selection “is the process by which nature selects the forms most fit to survive and reproduce in a given environment.” Variation in skin color is determined by the amount of melanin in the skin cells, which is genetically determined. Prior to the sixteenth century, darker skinned populations were closest to the equator, while lighter skinned populations were closer to the poles.

Culture and ethnicity are two things that are very closely related , ill be separated from each other , because each community has a habit called culture and every culture definitely has a certain ethnicity as a set of characteristics of the culture. As an example of a multicultural culture: the culture of each Chinese New Year Lion Dance from Chinese Ethnic or Cultural Harakiri to admit his mistake and die in a state of ethnic Japanese respectable antiquity.


The distribution of human skin color before A.D. 1400 and the average amount of ultraviolet radiation in watt-seconds per square kilometer.
Light skin in the tropics is selected against because it burns more easily, thus subjecting light-skinned individuals to a greater likelihood of infection and disease. Sunburn impairs the body's ability to withstand heat by reducing the skin’s ability to sweat. Light skin is more susceptible to skin cancer. The effect of sunlight on vitamin D formation indicates how dark skin might have been selected for in tropical environments (protection against hypervitaminosis D), and against in lower-sunlight environments (protection against rickets).  It further indicates how light skin might have been selected for in low-sunlight environments, and against in the tropics.

Apart from all forms of ethnic and cultural uniqueness , we return to the philosophy of life that sees humans as whole beings living creatures interdependence and synergy adapting all the differences between them into one shared principles , rules , customs and other positive behaviors. Cultural and ethnic essence embraced by each one of us is a perfect description to assess the behavior of certain individuals and groups of people. Certainly from our standpoint Psychological assess ethnic and culture as a whole entity that is capable of forming each person according to the culture or ethnic mascots that embrace the individual.

Ethnic groups are formed around virtually the same features as cultures: common beliefs, values, customs, history, and the like. Ethnicity entails identification with a given ethnic group, but it also involves the maintenance of a distinction from other groups. Status refers to any position in a society which can be filled by individual. Ascribed status is status into which people enter automatically without choice, usually at birth or through some other universal event in the life cycle. Achieved status is status that people acquire through their own actions.

CULTURAL RELATIONS WITH LANGUAGE:


A family tree of the Indo-European languages.
Teaching language is often separated from the teaching of culture (culture ) , and some even assume that the language has nothing to do with culture . It is recognized that it is important to understand the cultural language learners , but teaching is often separate from language teaching . Joan Kelly Hall (2002 ) states that Definition communicative ability ( communicative competence) , for example , is considering the cultural aspects of language learning with more emphasis on the use of language , but the language implementation is still regarded as one homogeneous system separate from the interaction of speakers in everyday life - day.

Language is the result of a culture of a complex society and active . Said complex language because it is stored in the collective thoughts and all things that are owned by a community . Language as a language said to be active constantly changing in accordance with the development of society . Because of the nature , language is the most important aspect in the study of the life and culture of a society . Koentjaraningrat in his book Sociolinguistics (1985 ) , language is part of culture . That is , the position of the language are in a subordinate position under culture , but very related . However , some other opinion says that the relationship between language and culture is a coordinative relations , equal and equally high position.


Language as a communication system or subsystem is a part of the culture system , even from the core culture . Languages ​​involved in all aspects of the culture , at least by way of having a name or term of the elements of all aspects of the culture. More importantly, human culture would not have been possible without language because of language factors that determine the formation of culture.

Thus we should be able to communicate to position themselves with respect to some language use depending on the situation, ie whether it is public or private situation, formal or informal, with whom we talked, and who might be listening that message communication is established ato not be misguided.

reference: http://www.koalisiperempuan.or.id/hubungan-antara-gender-dan-budaya/
               http://ryaniesurya.blogspot.com/2011/01/antara-hubungan-etnisbudaya-dan.html
               http://bahasa.kompasiana.com/2013/10/03/mengenal-budaya-melalui-bahasa-597142.html
               Slide Binus Maya, Human Diversities 1: Language, Gender, Ethnicity, and Culture

Friday, March 7, 2014

PRESENTASI DARI SLIDE 47-50

PEKERJAAN LULUSAN JURUSAN SOSIOLOGI

Kebanyakan dari lulusan jurusan sosiologi mengambil pekerjaan sebagai pekerja sosial. Contoh pekerjaan sosial seperti: LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) dan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI).

APA ITU ANTROPOLOGI?
•Antropologi adalah ilmu yang mempelajari spesies manusia dan nenek moyang terdekatnya.
–Antropologi adalah holistik dalam disiplin yang bersangkutan dengan mempelajari seluruh kondisi manusia: masa lalu, sekarang dan masa depan. Studi antropologi biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya.
–Antropologi menawarkan perspektif lintas budaya yang unik dengan terus-menerus membandingkan kebiasaan masyarakat satu dengan orang lain.
•Orang-orang berbagi baik masyarakat dan budaya.
–Masyarakat diselenggarakan hidup dalam kelompok-kelompok, sebuah fitur yang manusia berbagi dengan hewan lain.
–Budaya adalah tradisi dan adat istiadat, ditularkan melalui pembelajaran, yang mengatur keyakinan dan perilaku dari orang-orang yang terkena mereka.

–Sementara budaya tidak biologis, kemampuan untuk menggunakannya terletak dalam biologi hominid.

ADAPTASI, VARIASI DAN PERUBAHAN
Adaptasi adalah proses dimana organisme mengatasi tekanan lingkungan.

Adaptasi manusia melibatkan interaksi antara budaya dan biologi untuk memenuhi tujuan individu.

Empat jenis adaptasi manusia:
    •budaya (teknologi) adaptasi
    •adaptasi genetik
    •adaptasi fisiologis atau pembangunan jangka panjang
    •adaptasi fisiologis langsung


referensi: SLIDE 47-50

International Women's Day 2014 Theme: INSPIRING CHANGE


International Women's Day 2014 Theme: INSPIRING CHANGE

Women's equality has made positive gains but the world is still unequal. International Women's Day celebrates the social, political and economic achievements of women while focusing world attention on areas requiring further action.
Inspiring Change is the 2014 theme for our internationalwomensday.com global hub and encourages advocacy for women's advancement everywhere in every way. It calls for challenging the status quo for women's equality and vigilance inspiring positive change.
The vast array of communication channels, supportive spokespeople, equality research, campaigns and corporate responsibility initiatives means everyone can be an advocate inspiring change for women's advancement.
Each year International Women's Day (IWD) is celebrated on March 8. The first International Women's Day was held in 1911. Thousands of events occur to mark the economic, political and social achievements of women. Organisations, governments, charities, educational institutions, women's groups, corporations and the media celebrate the day.
Some groups select their own International Women's Day theme, specific to their local context. For example, the European Parliament's 2013 theme was "Women's response to the crisis" and their 2012 theme "Equal pay for work of equal value".
The United Nations declares an annual theme:
- 2013: A promise is a promise: Time for action to end violence against women
- 2012: Empower Rural Women – End Hunger and Poverty
- 2011: Equal access to education, training and science and technology
- 2010: Equal rights, equal opportunities: Progress for all
- 2009: Women and men united to end violence against women and girls
- 2008: Investing in Women and Girls
- 2007: Ending Impunity for Violence against Women and Girls
- 2006: Women in decision-making
- 2005: Gender Equality Beyond 2005: Building a More Secure Future
- 2004: Women and HIV/AIDS
- 2003: Gender Equality and the Millennium Development Goals
- 2002: Afghan Women Today: Realities and Opportunities
- 2001: Women and Peace: Women Managing Conflicts
- 2000: Women Uniting for Peace
- 1999: World Free of Violence against Women
- 1998: Women and Human Rights
- 1997: Women at the Peace Table
- 1996: Celebrating the Past, Planning for the Future
- 1975: United Nations recognizes International Women's Day

Monday, March 31, 2014

SENI

Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda “genie” dalam bahasa Latin disebut “genius”, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir , menurut kajian ilmu di eropa mengatakan “ART” yang berarti artivisual yaitu adalah suatu media yang melakukan suatu kegiatan tertentu. Seiring dengan perkembangan waktu, banyak definisi seni diungkapkan oleh beberapa ahli. Berikut diuraikan beberapa definisi seni menurut para ahli nya .
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.

Definisi seni menurut beberapa ahli:

     Alexander Baum Garton 
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
     
     Aristoteles 
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.

      Immanuel Kant 
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.

      Ki Hajar Dewantara 
Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.

     Leo Tolstoy 
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yanng disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.
     
     Sudarmaji 
Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.
Menurut  Aristoteles
“seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.”
Menurut Plato dan Rousseau
“seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.”
Everyman Encyklopedia
Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.
Ensiklopedi Indonesia
Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.
Akhdiat Karta Miharja
Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.
Prof. Drs. Suwaji Bastomi
Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.
Drs. Sudarmaji
Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.
Nandawan L. Hasanah
Seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsur kan keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Namun Definisi umum nya seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia.
Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  1. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra seperti puisi dan pantun
  2. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisanposter,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
  3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang,film

Tujuan Pengunaan Seni

Manusia sudah dapat memahami seni sejak zaman purba dahulu , kengunaan seni dulu sebagai penyampaian komunikasi berupa gambar kegiatan manusia purba ketika itu yang di gambar melalui media dinding goa berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba , seni dingunakan juga sebagai pemujaan antara alam dan makhluk nya sehingga seni di kaitkan sebagai hal magis dalam suatu kultur namun beda hal nya dengan seni di zaman  modern yang sudah  berkembang pesat dari nilai fungsi nya .

Kita sebut kan saja seni modern atau seni kontemporer , namun apa beda nya dengan fungsi seni terdahulu ? seni di zaman ini bersifat individu demi untuk kepuasan diri  atau mengexpresikan sesuatu hal tertentu dan bersifat komersil beda hal nya dengan seni yang terdahulu karena seni di saat itu hanya untuk sesama sebagai alat komunikasi antara dengan yang lain nya , seni modern ini juga berpengaruhi juga dari pengunaan nya yang dahulu nya media pengunaan berupa kanvas atau kertas sekarang mengunakan media eletronik atau digital hal ini membuat  banyak nya lahir nya teknik baru dalam seni kotemporer , hal ini juga mengubah cari pikir seniman / artis yang dahulunya suatu karya sebagai expresi diri dan sekarang karya sudah sebagai  pendapatan diri sendiri.

AGAMA

Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasisimbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etikahukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.

Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.

Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas; Namun, dalam kata-kata Émile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" Émile Durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Sebuah jajak pendapat global 2012 melaporkan bahwa 59% dari populasi dunia adalah beragama, dan 36% tidak beragama, termasuk 13% yang ateis, dengan penurunan 9 persen pada keyakinan agama dari tahun 2005. Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme.

Berdasarkan cara beragamanya:
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Pengertian agama menurut beberapa ahli:
  • Pengertian Agama Menurut Anthony F.C. Wallace: Agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada manusia dan semesta.
  • Pengertian Agama Menurut Parsons & Bellah: Agama adalah tingkat yang paling tinggi dan paling umum dari budaya manusia.
  • Pengertian Agama Menurut Luckmann: Agama adalah kemampuan organisme manusia untuk mengangkat alam biologisnya melalui pembentukan alam-alam makna yang objektig, memiliki daya ikat moral dan serba meliputi.
  • Pengertian Agama Menurut KBBI: Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan/kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia lainnya.

              

ETNIS

Etnis adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budayabahasaagamaperilaku, dan ciri-ciri biologis.

Etnis berbeda dengan pengertian ras. 


Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupanmanusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah. Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barthdan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok. Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis


Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.


Seperti yang diungkap oleh Coakley (2001:243) “...it refers to the cultural heritage of particular group of people”. Jadi, etnis mengacu pada warisan budaya dari kelompok orang tertentu. Maguire, et al (2002: 140) menjelaskan juga bahwa “the term ethnic become a precise word to use regarding people of varying origins”. 


Jadi, istilah etnis menjadi sebuah kata yang tepat untuk memandang orang dari berbagai asal-usul. Lebih lanjut diungkapkan pula bahwa etnis mungkin dipertimbangkan dalam istilah kelompok apapun yang didefinisikan atau disusun oleh asal-usul budaya, agama, nasional atau beberapa kombinasi dari kategori-kategori tersebut (Maguire, et al, 2002:134). 


Pengertian-pengertian etnis membentuk pengertian kelompok etnis. Kelompok etnis merupakan sebuah kategori orang yang berbeda secara sosial karena mereka membagi sebuah jalan kehidupan dan komitmen pada segala sesuatu cita-cita, norma-norma, dan meteril yang terdapat pada jalan kehidupan itu (Coakley, 2001:143). Greely dan McCready dalam Maguire, et al (2002:135) berpendapat bahwa kelompok etnis adalah sebuah kolektivitas yang didasarkan pada dugaan asal-usul yang lazim dengan sebuah sifat menarik yang menandai mereka diluar atau yang tetap menanamkan mereka pada keanehan dengan populasi asli dalam kampung pedalaman.


Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut di atas, maka terdapat dua istilah yaitu etnis dan kelompok etnis. Etnis mengacu pada orang yang didasarkan pada asal-usul sebagai warisan budaya kelompok orang tertentu. Kelompok etnis merupakan suatu kelompok manusia yang memiliki jalan kehidupan dan memiliki sifat serta karakteritik yang menarik.


Pengertian etnis menurut beberapa ahli:

1. Fredrick Barth
Etnis adalah himpunan manusia karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa ataupun kombinasi dari kategori tersebut yang terikat pada sistem nilai budaya.

2. Hassan Shadily MA
Suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.

3. Menurut Ensiklopedi Indonesia
Etnis berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.

4. Menurut Perspektif Teori Situasional
Etnis merupakan hasil dari adanya pengaruh yang berasal dari luar kelompok. Salah satu faktor luar yang sangat berpengaruh terhadap etnisitas adalah kolonialisme, yang demi kepentingan administratif pemerintah kolonial telah mengkotak-kotakkan warga jajahan ke dalam kelompok-kelompok etnik dan ras (Rex dalam Simatupang, 2003). Untuk seterusnya sisa warisan kolonial itu terus dipakai sampai sekarang.

referensi: https://id-id.facebook.com/etnisindo/posts/113626725470439
               http://ikharagazza.blogspot.com/2012/12/pengertian-etnis-ras-negara-budaya-dan.html

Thursday, March 13, 2014

We Are The World

)



























A Little Motivation

)

Change your mind in just 2.50 mins

)

Cultural Relationship with Gender, Ethnic and Language

RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND CULTURE: 

Gender refers to the roles and responsibilities of women and men who are determined by the community. The concept also refers to the existence of gender expectations about attitudes, behaviors of women and men that are tailored to their roles and responsibilities (femininity and masculinity). Various roles and expectations are learned, are subject to change at any time, and vary both within and between cultures. Gender-Based Analysis Policy shows how women's subordination is socially constructed. Therefore, the opposite of a biologically determined differences that are static, gender can be changed / altered. 
Exemplarily: Television Advertising

Gender stratification in any society requires:
(1) Individual socialization into traditional gender roles within the family
(2) Promotion and support of these traditional roles by other social institutions
Every society has men and women who resist and successfully oppose stereotypes

Sexism and Sex Discrimination
Sexism: ideology that one sex is superior to the other
- Generally used to refer to male prejudice and discrimination against women
- U.S. society run by male-dominated institutions



CULTURAL AND ETHNIC RELATIONS:


Natural selection “is the process by which nature selects the forms most fit to survive and reproduce in a given environment.” Variation in skin color is determined by the amount of melanin in the skin cells, which is genetically determined. Prior to the sixteenth century, darker skinned populations were closest to the equator, while lighter skinned populations were closer to the poles.

Culture and ethnicity are two things that are very closely related , ill be separated from each other , because each community has a habit called culture and every culture definitely has a certain ethnicity as a set of characteristics of the culture. As an example of a multicultural culture: the culture of each Chinese New Year Lion Dance from Chinese Ethnic or Cultural Harakiri to admit his mistake and die in a state of ethnic Japanese respectable antiquity.


The distribution of human skin color before A.D. 1400 and the average amount of ultraviolet radiation in watt-seconds per square kilometer.
Light skin in the tropics is selected against because it burns more easily, thus subjecting light-skinned individuals to a greater likelihood of infection and disease. Sunburn impairs the body's ability to withstand heat by reducing the skin’s ability to sweat. Light skin is more susceptible to skin cancer. The effect of sunlight on vitamin D formation indicates how dark skin might have been selected for in tropical environments (protection against hypervitaminosis D), and against in lower-sunlight environments (protection against rickets).  It further indicates how light skin might have been selected for in low-sunlight environments, and against in the tropics.

Apart from all forms of ethnic and cultural uniqueness , we return to the philosophy of life that sees humans as whole beings living creatures interdependence and synergy adapting all the differences between them into one shared principles , rules , customs and other positive behaviors. Cultural and ethnic essence embraced by each one of us is a perfect description to assess the behavior of certain individuals and groups of people. Certainly from our standpoint Psychological assess ethnic and culture as a whole entity that is capable of forming each person according to the culture or ethnic mascots that embrace the individual.

Ethnic groups are formed around virtually the same features as cultures: common beliefs, values, customs, history, and the like. Ethnicity entails identification with a given ethnic group, but it also involves the maintenance of a distinction from other groups. Status refers to any position in a society which can be filled by individual. Ascribed status is status into which people enter automatically without choice, usually at birth or through some other universal event in the life cycle. Achieved status is status that people acquire through their own actions.

CULTURAL RELATIONS WITH LANGUAGE:


A family tree of the Indo-European languages.
Teaching language is often separated from the teaching of culture (culture ) , and some even assume that the language has nothing to do with culture . It is recognized that it is important to understand the cultural language learners , but teaching is often separate from language teaching . Joan Kelly Hall (2002 ) states that Definition communicative ability ( communicative competence) , for example , is considering the cultural aspects of language learning with more emphasis on the use of language , but the language implementation is still regarded as one homogeneous system separate from the interaction of speakers in everyday life - day.

Language is the result of a culture of a complex society and active . Said complex language because it is stored in the collective thoughts and all things that are owned by a community . Language as a language said to be active constantly changing in accordance with the development of society . Because of the nature , language is the most important aspect in the study of the life and culture of a society . Koentjaraningrat in his book Sociolinguistics (1985 ) , language is part of culture . That is , the position of the language are in a subordinate position under culture , but very related . However , some other opinion says that the relationship between language and culture is a coordinative relations , equal and equally high position.


Language as a communication system or subsystem is a part of the culture system , even from the core culture . Languages ​​involved in all aspects of the culture , at least by way of having a name or term of the elements of all aspects of the culture. More importantly, human culture would not have been possible without language because of language factors that determine the formation of culture.

Thus we should be able to communicate to position themselves with respect to some language use depending on the situation, ie whether it is public or private situation, formal or informal, with whom we talked, and who might be listening that message communication is established ato not be misguided.

reference: http://www.koalisiperempuan.or.id/hubungan-antara-gender-dan-budaya/
               http://ryaniesurya.blogspot.com/2011/01/antara-hubungan-etnisbudaya-dan.html
               http://bahasa.kompasiana.com/2013/10/03/mengenal-budaya-melalui-bahasa-597142.html
               Slide Binus Maya, Human Diversities 1: Language, Gender, Ethnicity, and Culture

Friday, March 7, 2014

PRESENTASI DARI SLIDE 47-50

PEKERJAAN LULUSAN JURUSAN SOSIOLOGI

Kebanyakan dari lulusan jurusan sosiologi mengambil pekerjaan sebagai pekerja sosial. Contoh pekerjaan sosial seperti: LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) dan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI).

APA ITU ANTROPOLOGI?
•Antropologi adalah ilmu yang mempelajari spesies manusia dan nenek moyang terdekatnya.
–Antropologi adalah holistik dalam disiplin yang bersangkutan dengan mempelajari seluruh kondisi manusia: masa lalu, sekarang dan masa depan. Studi antropologi biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya.
–Antropologi menawarkan perspektif lintas budaya yang unik dengan terus-menerus membandingkan kebiasaan masyarakat satu dengan orang lain.
•Orang-orang berbagi baik masyarakat dan budaya.
–Masyarakat diselenggarakan hidup dalam kelompok-kelompok, sebuah fitur yang manusia berbagi dengan hewan lain.
–Budaya adalah tradisi dan adat istiadat, ditularkan melalui pembelajaran, yang mengatur keyakinan dan perilaku dari orang-orang yang terkena mereka.

–Sementara budaya tidak biologis, kemampuan untuk menggunakannya terletak dalam biologi hominid.

ADAPTASI, VARIASI DAN PERUBAHAN
Adaptasi adalah proses dimana organisme mengatasi tekanan lingkungan.

Adaptasi manusia melibatkan interaksi antara budaya dan biologi untuk memenuhi tujuan individu.

Empat jenis adaptasi manusia:
    •budaya (teknologi) adaptasi
    •adaptasi genetik
    •adaptasi fisiologis atau pembangunan jangka panjang
    •adaptasi fisiologis langsung


referensi: SLIDE 47-50

International Women's Day 2014 Theme: INSPIRING CHANGE


International Women's Day 2014 Theme: INSPIRING CHANGE

Women's equality has made positive gains but the world is still unequal. International Women's Day celebrates the social, political and economic achievements of women while focusing world attention on areas requiring further action.
Inspiring Change is the 2014 theme for our internationalwomensday.com global hub and encourages advocacy for women's advancement everywhere in every way. It calls for challenging the status quo for women's equality and vigilance inspiring positive change.
The vast array of communication channels, supportive spokespeople, equality research, campaigns and corporate responsibility initiatives means everyone can be an advocate inspiring change for women's advancement.
Each year International Women's Day (IWD) is celebrated on March 8. The first International Women's Day was held in 1911. Thousands of events occur to mark the economic, political and social achievements of women. Organisations, governments, charities, educational institutions, women's groups, corporations and the media celebrate the day.
Some groups select their own International Women's Day theme, specific to their local context. For example, the European Parliament's 2013 theme was "Women's response to the crisis" and their 2012 theme "Equal pay for work of equal value".
The United Nations declares an annual theme:
- 2013: A promise is a promise: Time for action to end violence against women
- 2012: Empower Rural Women – End Hunger and Poverty
- 2011: Equal access to education, training and science and technology
- 2010: Equal rights, equal opportunities: Progress for all
- 2009: Women and men united to end violence against women and girls
- 2008: Investing in Women and Girls
- 2007: Ending Impunity for Violence against Women and Girls
- 2006: Women in decision-making
- 2005: Gender Equality Beyond 2005: Building a More Secure Future
- 2004: Women and HIV/AIDS
- 2003: Gender Equality and the Millennium Development Goals
- 2002: Afghan Women Today: Realities and Opportunities
- 2001: Women and Peace: Women Managing Conflicts
- 2000: Women Uniting for Peace
- 1999: World Free of Violence against Women
- 1998: Women and Human Rights
- 1997: Women at the Peace Table
- 1996: Celebrating the Past, Planning for the Future
- 1975: United Nations recognizes International Women's Day