Monday, April 21, 2014

KELOMPOK

Pengertian kelompok
Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut para ahli: 

1.In Group dan Out Group 
Summer membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok social yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group. Contoh: Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group. 

2.Kelompok primer dan sekunder 
Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi,interaksi sosial dilakukan secara tatap muka (face to face). Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga sifatnya tidak begitu langgeng. 

3.Gemainschaft dan gesellschaft 
Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalam kelompok sosial sebagai Gemainschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemainschaft merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah, dan kekal. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dll. Gesellschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual. Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu perusahaan, dll. 

4.Kelompok Formal dan Informal 
J.A.A. Van Doorn membedakan kelomok Formal dan Informal. Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka, misalnya pemerintah memilih ketua, iuran anggota, dll. Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu . Kelompok ini terbentuk karena pertemuan berulang-ulang, misal kelompok dalam belajar. 

5.Membership group dan reference group 
Robert K. Merton membedakan kelompok membership dengan kelompok reference. Kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.


Ada 2 jenis kelompok yaitu:
(1) Kelompok utama: kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama.(2) Kelompok sekunder: formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.

Kelompok terbagi lagi menjadi 2 tipe yaitu In-Groups dan Out-Groups:
(1) In-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka pantas.(2) Out-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka tidak pantas.

Konflik antara in-groups dan out-groups bisa berujung pada kekerasan pada tingkat pribadi maupun politik.

Kelompok referensi: kelompok manapun bahwa individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri.
 - Kelompok Referensi menetapkan dan menegakkan standar perilaku dan keyakinan.
 - Sering dua atau lebih kelompok referensi mempengaruhi kita pada saat yang sama.



Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Kelompok kecil
Kelompok kecil: kelompok cukup kecil untuk semua anggota untuk berinteraksi secara bersamaan.

Ukuran kelompok terbagi menjadi 2 yaitu:(1) Dyad: kelompok dua-anggota (2) Triad: kelompok tiga-anggota 

Pembentukan Norma Kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Organisasi formal
Organisasi formal: kelompok yang dirancang untuk tujuan khusus dan terstruktur untuk efisiensi maksimum - Di AS, organisasi formal memenuhi berbagai variasi kebutuhan pribadi dan sosial - Dianggap berasal dari status dapat mempengaruhi bagaimana kita melihat diri kita dalam organisasi formal 

Karakteristik Birokrasi 
Birokrasi: komponen organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi 

Tipe ideal birokrasi: (Weber) konstruk atau model untuk mengevaluasi kasus-kasus tertentu.

Tipe ideal birokrasi:- Pembagian kerja - Hirarki otoritas - Aturan dan peraturan tertulis - Impersonality - Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis

Keterasingan: kondisi kerenggangan atau disosiasi dari masyarakat sekitarnya.

Dilatih ketidakmampuan: pekerja menjadi begitu khusus yang mereka kembangkan bintik-bintik buta dan gagal untuk melihat masalah yang jelas.

Birokratisasi sebagai Proses Birokratisasi: proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis.

Dapat berlangsung dalam pengaturan kelompok kecil:- Oligarki: diperintah oleh beberapa- Iron Hukum Oligarki: bahkan organisasi demokratis akhirnya berkembang menjadi birokrasi diperintah oleh beberapa.

referensi: Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States
               http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial

No comments:

Post a Comment

Monday, April 21, 2014

KELOMPOK

Pengertian kelompok
Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut para ahli: 

1.In Group dan Out Group 
Summer membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok social yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group. Contoh: Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group. 

2.Kelompok primer dan sekunder 
Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi,interaksi sosial dilakukan secara tatap muka (face to face). Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga sifatnya tidak begitu langgeng. 

3.Gemainschaft dan gesellschaft 
Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalam kelompok sosial sebagai Gemainschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemainschaft merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah, dan kekal. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dll. Gesellschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual. Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu perusahaan, dll. 

4.Kelompok Formal dan Informal 
J.A.A. Van Doorn membedakan kelomok Formal dan Informal. Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka, misalnya pemerintah memilih ketua, iuran anggota, dll. Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu . Kelompok ini terbentuk karena pertemuan berulang-ulang, misal kelompok dalam belajar. 

5.Membership group dan reference group 
Robert K. Merton membedakan kelompok membership dengan kelompok reference. Kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.


Ada 2 jenis kelompok yaitu:
(1) Kelompok utama: kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama.(2) Kelompok sekunder: formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.

Kelompok terbagi lagi menjadi 2 tipe yaitu In-Groups dan Out-Groups:
(1) In-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka pantas.(2) Out-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka tidak pantas.

Konflik antara in-groups dan out-groups bisa berujung pada kekerasan pada tingkat pribadi maupun politik.

Kelompok referensi: kelompok manapun bahwa individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri.
 - Kelompok Referensi menetapkan dan menegakkan standar perilaku dan keyakinan.
 - Sering dua atau lebih kelompok referensi mempengaruhi kita pada saat yang sama.



Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Kelompok kecil
Kelompok kecil: kelompok cukup kecil untuk semua anggota untuk berinteraksi secara bersamaan.

Ukuran kelompok terbagi menjadi 2 yaitu:(1) Dyad: kelompok dua-anggota (2) Triad: kelompok tiga-anggota 

Pembentukan Norma Kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Organisasi formal
Organisasi formal: kelompok yang dirancang untuk tujuan khusus dan terstruktur untuk efisiensi maksimum - Di AS, organisasi formal memenuhi berbagai variasi kebutuhan pribadi dan sosial - Dianggap berasal dari status dapat mempengaruhi bagaimana kita melihat diri kita dalam organisasi formal 

Karakteristik Birokrasi 
Birokrasi: komponen organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi 

Tipe ideal birokrasi: (Weber) konstruk atau model untuk mengevaluasi kasus-kasus tertentu.

Tipe ideal birokrasi:- Pembagian kerja - Hirarki otoritas - Aturan dan peraturan tertulis - Impersonality - Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis

Keterasingan: kondisi kerenggangan atau disosiasi dari masyarakat sekitarnya.

Dilatih ketidakmampuan: pekerja menjadi begitu khusus yang mereka kembangkan bintik-bintik buta dan gagal untuk melihat masalah yang jelas.

Birokratisasi sebagai Proses Birokratisasi: proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis.

Dapat berlangsung dalam pengaturan kelompok kecil:- Oligarki: diperintah oleh beberapa- Iron Hukum Oligarki: bahkan organisasi demokratis akhirnya berkembang menjadi birokrasi diperintah oleh beberapa.

referensi: Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States
               http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial

No comments:

Post a Comment