Monday, April 28, 2014

Sosialisasi, Interaksi Sosial, dan Mobilitas Sosial

Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. 
Lingkungan sosial: Dampak Isolasi
Diri: identitas yang berbeda yang membedakan kita dari orang lain.

Diri dan Sosialisasi 
Mead : Tahapan Diri 

Play Stage : Anak-anak mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi melalui simbol-simbol dan pengambilan peran yang terjadi. 

Game Stage : anak-anak dari sekitar 8 atau 9 mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan. 

Prepatory Stage : Anak-anak meniru orang-orang di sekitar mereka.

Pendekatan Sosiologi Diri 

Persiapan (prepatory stage) 
-Tahap persiapan merupakan tahap awal dalam sosialisasi yang dilakukan oleh manusia. Pada tahap ini dimulai sejak manusia lahir di dunia. Sejak saat itulah seseorang sudah memiliki persiapan untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan. 

Tahap meniru (play stage) 
-Pada tahap ini anak mulai mampu meniru secara sempurna. Tahap meniru ini juga disebut tahap bermain. Pada tahap ini kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya relatif banyak sudah mulai terbentuk. Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misal : ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya. Contoh: seorang anak kecil selalu meniru apa yang dikerjakan orang di sekitarnya dan menerima apa yang sudah dilihatnya. 

Tahap siap bertindak (game stage) 
-Pada tahap ini peniruan yang dilakukan seseorang mulai berkurang digantikan oleh peranan yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu. Pada tahap ini partner interaksinya makin banyak, hubungan pun makin kompleks. Kemantapan diri pada tahap ini jauh lebih tinggi dari tahap-tahap sebelumnya. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Pada tahap ini mulai siap menjadi partisipan aktif dalam masyarakat. Teman sebaya sangat berpengaruh pada game stage, karena dengan teman sebaya seseorang mulai mengenal dan berinteraksi dengan dunia di luar keluarga. 

Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other) 
-Pada tahap ini manusia/seseorang disebut sebagai manusia dewasa. Dia bukan hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas. Seseorang telah menyadari pentingnya peraturan-peraturan sehingga kemampuan bekerja sama menjadi mantap. Dalam tahap ini, manusia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya. 

Agen Sosialisasi
Agen soialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada 4 agen sosialisasi yang utama yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.
1. Keluarga
Keluarga adalah tempat pertama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Keluarga juga merupakan dasar pembantu utama struktur sosial yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainnya tergantung pada eksistensinya.

2. Teman pergaulan 
Teman pergaulan pertama kali ditemukan ketika anak mampu berpergian ke rumah. Pada awalnya, teman sepergaulan dimaksudkan sebagai kelompok rekreatif, namun dapat memberi pengaruh proses soialisasi setelah keluarga.

3. Lembaga Pendidikan Formal (Sekolah)
Dalam lembaga pendidikan formal seseorang mempelajari membaca, menulis, berhitung, aspek-aspek lain meliputi peraturan mengenai kemandirian, prestasi, universalisme, dan kekhasan.

4. Media Massa
Yang termasuk pada kelompok ini adalah media cetak (seperti koran, majalah, tabloid, surat kabar, dll), dan media elektronik (seperti TV, internet, radio, video, film, dll). 
Sebagai contoh penayangan acara SmackDown di TV diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalm beberapa kasus, dan juga iklan-iklan produk-produk tertentu yang telah meningkatkanpola konsumsi dan gaya hidup masyarakat pada umumnya.


Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah Tanggapan kita terhadap perilaku seseorang didasarkan pada berarti kita melekat pada tindakannya.
* Kemampuan untuk mendefinisikan realitas sosial mencerminkan kekuatan kelompok dalam masyarakat.

Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.


Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Sumber-Sumber Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati. 

Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.

  1. Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.

  2. Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

  3. Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya).

  4. Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

Elemen dari Struktur Sosial 
-Status : Mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat.
Status: Ascribed Status ,Achieved Status, Master Status.


-Peran sosial : kumpulan harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan
Komponen penting dari struktur sosial.


-Peran Konflik : Terjadi ketika harapan tidak kompatibel timbul dari dua atau lebih posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama.


-Peran sosial terbagi dua yaitu Role Stain dan Role Exit. 


-Kelompok : jumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi satu sama lain secara teratur.


- Jejaring sosial: serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain


- Jaringan: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan.


- Institusi sosial : Pola terorganisir keyakinan dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.


Interactionist View: 
- Mempengaruhi perilaku kita sehari-hari
- Perilaku sosial dikondisikan oleh peran dan status.

Mobilitas Sosial 
pengertian mobilitas adalah pergerakan atau perpindahan, sedangkan sosial adalah masyarakat. Jadi mobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan naik(social climbing) atau turunnya(social sinking) status seseorang atau kelompok masyarakat. 


Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility).

Dampak Mobilitas

Dampak positif:
a. mendorong seseorang lebih maju
b. meningkatkan integrasi
c. mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yg lebih baik

Dampak negatif:
a. menimbulkan konflik:
    - konflik antar kelas

    - konflik antar kelompok sosial
    - konflik antar generasi
b. berkurangnya solidaritas kelompok
c. timbulnya gangguan psikologis


Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
Slide Binusmaya Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130111015545AAdA3Nk http://inkorclass.blogspot.com/2013/10/agen-sosialisasi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial
http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/

Hasil Wawancara

Nama : Bpk Surya
Tema : Pendidikan 
Pekerjaan : Staff Finance 

Apa itu definisi Pendidikan, menurut bapak ?
-Pendidikan memang selalu dihubungkan dengan formalitas, tetapi perlu kita sadari bahwa formal atau pun non formal, di masyarakat terjadi proses pendidikan dimana antar satu warga dengan warga lain terjadi kontak dan interaksi sosial yang jika menghasilkan sesuatu yang baik itulah pendidikan.

Apakah visi dan misi yang tersirat dalam definisi pendidikan anda sudah terealisasikan pada pemerintahan ? 
-Visi pendidikan menurut saya, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut mengambil andil dalam meraih cita-cita dan masa depan seseorang. Misi Pendidikan menurut saya, adalah pendidikan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan dalam masyarakat, termasuk dengan fasilitas yang memadai bagi para siswa-siswinya. Ini semua penting untuk meraih goals setiap pelajar. Mungkin belum yaa..

Apa yang kemungkinan akan menjadi kendala dalam menciptakan pendidikan yang bermutu? -Terlalu mahal, biaya pendidikan, jika yang tidak mampu, mereka hanya bisa mengenyam pendidikan syukur-syukur sampai SMA , tetapi jika tidak yaa paling hingga SD atau SMP, selebihnya kita bisa lihat banyak yang bekerja dipabrik, atau menjadi pembantu Rumah Tangga.

Apa rencana untuk mengatasi kendala tersebut Menurut Bapak ? 
-Menurut saya, semoga dengan adanya pemilu sebentar lagi akan ada pemerintah yang sangat peduli dengan dunia pendidikan , khususnya bagi orang-orang yang ada ada dipedalaman. 

Siapa yang akan bapak pilih untuk menjadi Presiden ?
-Untuk itu saya tidak bisa memberi tahu kamu, karna pemilu itu bersifat rahasia, dek.
tapi saya akan memilih seseorang yang akan terjun ke lapangan, yang berdedikasi dan mengabdi untuk negara, dan yang mementingkan rakyat banyak, khususnya dalam bidang pendidikan, karna pendidikan adalah hal yang penting untuk kita semua bisa dibilang bekal untuk menjalani hidup kita ini.

Monday, April 21, 2014

EKONOMI

Ekonomi dan Kerja

Perdagangan yang adil yaita apabila konsumen secara sukarela membayar harga atas-pasar untuk makanan tertentu sehingga para pekerja  berupah yang lebih tinggi.
 - Relativisme budaya: melihat pekerja asing dan pemilik pabrik dari perspektif budaya mereka sendiri.

Sistem Ekonomi: Lembaga Sosial di mana barang dan jasa yang diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.

Sistem Ekonomi

Masyarakat industri adalah masyarakat yang tergantung pada mekanisasi untuk memproduksi barang dan jasa. Terbagi menjadi 2, kapitalisme dan sosialisme:

 - Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.

Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.


Adam Smith

Adam Smith

Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.

 - Sosialisme 

Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

Sejumlah pakar ekonomi dan sejarah telah mengemukakan beberapa masalah yang berkaitan dengan teori sosialisme.
Diantaranya antara lain:
Milton Friedman
Ayn Rand
Ludwig von Mises
Kritik dan keberatan tentang sosialisme dapat dikelompokkan menjadi:
  • Insentif
  • Harga
  • Keuntungan dan kerugian
  • Hak milik pribadi
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :
1) Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.
2) Membatasi kebebasan System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
3) Mengabaikan pendidikan moral Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :
1) Disediakannya kebutuhan pokok Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
2) Didasarkan perencanaan Negara Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, di antara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
3) Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.

referensi: 
Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System

KELOMPOK

Pengertian kelompok
Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut para ahli: 

1.In Group dan Out Group 
Summer membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok social yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group. Contoh: Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group. 

2.Kelompok primer dan sekunder 
Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi,interaksi sosial dilakukan secara tatap muka (face to face). Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga sifatnya tidak begitu langgeng. 

3.Gemainschaft dan gesellschaft 
Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalam kelompok sosial sebagai Gemainschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemainschaft merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah, dan kekal. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dll. Gesellschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual. Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu perusahaan, dll. 

4.Kelompok Formal dan Informal 
J.A.A. Van Doorn membedakan kelomok Formal dan Informal. Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka, misalnya pemerintah memilih ketua, iuran anggota, dll. Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu . Kelompok ini terbentuk karena pertemuan berulang-ulang, misal kelompok dalam belajar. 

5.Membership group dan reference group 
Robert K. Merton membedakan kelompok membership dengan kelompok reference. Kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.


Ada 2 jenis kelompok yaitu:
(1) Kelompok utama: kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama.(2) Kelompok sekunder: formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.

Kelompok terbagi lagi menjadi 2 tipe yaitu In-Groups dan Out-Groups:
(1) In-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka pantas.(2) Out-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka tidak pantas.

Konflik antara in-groups dan out-groups bisa berujung pada kekerasan pada tingkat pribadi maupun politik.

Kelompok referensi: kelompok manapun bahwa individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri.
 - Kelompok Referensi menetapkan dan menegakkan standar perilaku dan keyakinan.
 - Sering dua atau lebih kelompok referensi mempengaruhi kita pada saat yang sama.



Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Kelompok kecil
Kelompok kecil: kelompok cukup kecil untuk semua anggota untuk berinteraksi secara bersamaan.

Ukuran kelompok terbagi menjadi 2 yaitu:(1) Dyad: kelompok dua-anggota (2) Triad: kelompok tiga-anggota 

Pembentukan Norma Kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Organisasi formal
Organisasi formal: kelompok yang dirancang untuk tujuan khusus dan terstruktur untuk efisiensi maksimum - Di AS, organisasi formal memenuhi berbagai variasi kebutuhan pribadi dan sosial - Dianggap berasal dari status dapat mempengaruhi bagaimana kita melihat diri kita dalam organisasi formal 

Karakteristik Birokrasi 
Birokrasi: komponen organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi 

Tipe ideal birokrasi: (Weber) konstruk atau model untuk mengevaluasi kasus-kasus tertentu.

Tipe ideal birokrasi:- Pembagian kerja - Hirarki otoritas - Aturan dan peraturan tertulis - Impersonality - Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis

Keterasingan: kondisi kerenggangan atau disosiasi dari masyarakat sekitarnya.

Dilatih ketidakmampuan: pekerja menjadi begitu khusus yang mereka kembangkan bintik-bintik buta dan gagal untuk melihat masalah yang jelas.

Birokratisasi sebagai Proses Birokratisasi: proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis.

Dapat berlangsung dalam pengaturan kelompok kecil:- Oligarki: diperintah oleh beberapa- Iron Hukum Oligarki: bahkan organisasi demokratis akhirnya berkembang menjadi birokrasi diperintah oleh beberapa.

referensi: Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States
               http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial

KELUARGA

Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur. Kelompok utama yaitu kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama. Dan kelompok sekunder yaitu formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.
Keluarga merupakan bagian terpenting di dalam hidup kita. Tanpa kita sadari maupun kita tidak sadari kita sangat membutuhkan keluarga karena keluarga itu seperti kelompok utama kita. Pada saat kita kesulitan orang pertama yang akan membantu kita adalah keluarga. Oleh karena itu sekarang saya akan membahas KELUARGA lebih luas.

Pengertian
Pengertian keluarga dalam slide di Binus Maya, bahwa keluarga adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan darah, pernikahan atau beberapa lainnya mengatakan hubungan yang disepakati, atau adopsi dari berbagi hubungan tanggung jawab yang utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.
Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional.
Keluarga menurut Salvicion dan Ara Celis (1989)
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Keluarga melayani enam fungsi bagi masyarakat, yaitu:
(1) Perlindungan 
(2) Sosialisasi 
(3) Reproduksi 
(4) Peraturan perilaku seksual 
(5) Kasih sayang dan persahabatan 
(6) Pemberian status sosial

Jenis
Jenis keluarga ada 3, yaitu: 
(1) Keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak.
(2) Keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.
(3) Keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Peranan masing-masing anggota keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:
(1) Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anaknya.
Ayah berperan sebagai:
- Pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
(2) Istri dan ibu dari anak-anaknya.
Ibu mempunyai peranan:
- Untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
(3) Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisikmentalsosial, dan spiritual.
Anak mempunyai peranan:
- Bermain, membantu orang tua, belajar, sekolah (sesuai usianya), sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.

Tugas
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Bentuk Keluarga
Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.

Berdasarkan lokasi

  • Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri.
  • Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami.
  • Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri.
  • Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian).
  • Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri.
  • Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami.
  • Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .

Subsistem sosial

Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni:
(-) Subsistem suami-istri. 
Subsistem suami-istri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga. Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain.

(-) Subsistem orang tua-anak.
Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.

(-) Subsitem sibling (kakak-adik).


referensi:
- Slide Binus Maya Human Organization :Groups, Families, Communities,Cities, and States
- Situs Warta Warga Universitas Guna Darma: Keluarga
- Sugeng Iwan, “Pengasuhan Anak dalam Keluarga”
- Baron, R. A dan Donn Byrne. 2003. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
- Richard R Clayton. 2003. The Family, Mariage and Social Change.
- Anita L. Vangelis.2004.Handbook of Family Comunication.USA:Lawrence Elbraum Press.
- Jhonson, C.L. 1988. Ex Familia. New Brunswick: Rutger University Press.
- Fr Tderique Holdert dan Gerrit Antonides, “Family Type Effects on Household Members Decision Making”, Advances in Consumer Research Volume 24 (1997), eds. Merrie Brucks and Deborah J. MacInnis, Provo, UT: Association for Consumer Research.
- Minuchin, S (1974). Families and Family Therapy. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Monday, April 28, 2014

Sosialisasi, Interaksi Sosial, dan Mobilitas Sosial

Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. 
Lingkungan sosial: Dampak Isolasi
Diri: identitas yang berbeda yang membedakan kita dari orang lain.

Diri dan Sosialisasi 
Mead : Tahapan Diri 

Play Stage : Anak-anak mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi melalui simbol-simbol dan pengambilan peran yang terjadi. 

Game Stage : anak-anak dari sekitar 8 atau 9 mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan. 

Prepatory Stage : Anak-anak meniru orang-orang di sekitar mereka.

Pendekatan Sosiologi Diri 

Persiapan (prepatory stage) 
-Tahap persiapan merupakan tahap awal dalam sosialisasi yang dilakukan oleh manusia. Pada tahap ini dimulai sejak manusia lahir di dunia. Sejak saat itulah seseorang sudah memiliki persiapan untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan. 

Tahap meniru (play stage) 
-Pada tahap ini anak mulai mampu meniru secara sempurna. Tahap meniru ini juga disebut tahap bermain. Pada tahap ini kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya relatif banyak sudah mulai terbentuk. Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misal : ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya. Contoh: seorang anak kecil selalu meniru apa yang dikerjakan orang di sekitarnya dan menerima apa yang sudah dilihatnya. 

Tahap siap bertindak (game stage) 
-Pada tahap ini peniruan yang dilakukan seseorang mulai berkurang digantikan oleh peranan yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu. Pada tahap ini partner interaksinya makin banyak, hubungan pun makin kompleks. Kemantapan diri pada tahap ini jauh lebih tinggi dari tahap-tahap sebelumnya. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Pada tahap ini mulai siap menjadi partisipan aktif dalam masyarakat. Teman sebaya sangat berpengaruh pada game stage, karena dengan teman sebaya seseorang mulai mengenal dan berinteraksi dengan dunia di luar keluarga. 

Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other) 
-Pada tahap ini manusia/seseorang disebut sebagai manusia dewasa. Dia bukan hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas. Seseorang telah menyadari pentingnya peraturan-peraturan sehingga kemampuan bekerja sama menjadi mantap. Dalam tahap ini, manusia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya. 

Agen Sosialisasi
Agen soialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada 4 agen sosialisasi yang utama yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.
1. Keluarga
Keluarga adalah tempat pertama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Keluarga juga merupakan dasar pembantu utama struktur sosial yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainnya tergantung pada eksistensinya.

2. Teman pergaulan 
Teman pergaulan pertama kali ditemukan ketika anak mampu berpergian ke rumah. Pada awalnya, teman sepergaulan dimaksudkan sebagai kelompok rekreatif, namun dapat memberi pengaruh proses soialisasi setelah keluarga.

3. Lembaga Pendidikan Formal (Sekolah)
Dalam lembaga pendidikan formal seseorang mempelajari membaca, menulis, berhitung, aspek-aspek lain meliputi peraturan mengenai kemandirian, prestasi, universalisme, dan kekhasan.

4. Media Massa
Yang termasuk pada kelompok ini adalah media cetak (seperti koran, majalah, tabloid, surat kabar, dll), dan media elektronik (seperti TV, internet, radio, video, film, dll). 
Sebagai contoh penayangan acara SmackDown di TV diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalm beberapa kasus, dan juga iklan-iklan produk-produk tertentu yang telah meningkatkanpola konsumsi dan gaya hidup masyarakat pada umumnya.


Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah Tanggapan kita terhadap perilaku seseorang didasarkan pada berarti kita melekat pada tindakannya.
* Kemampuan untuk mendefinisikan realitas sosial mencerminkan kekuatan kelompok dalam masyarakat.

Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.


Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Sumber-Sumber Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati. 

Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.

  1. Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.

  2. Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

  3. Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya).

  4. Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

Elemen dari Struktur Sosial 
-Status : Mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat.
Status: Ascribed Status ,Achieved Status, Master Status.


-Peran sosial : kumpulan harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan
Komponen penting dari struktur sosial.


-Peran Konflik : Terjadi ketika harapan tidak kompatibel timbul dari dua atau lebih posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama.


-Peran sosial terbagi dua yaitu Role Stain dan Role Exit. 


-Kelompok : jumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi satu sama lain secara teratur.


- Jejaring sosial: serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain


- Jaringan: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan.


- Institusi sosial : Pola terorganisir keyakinan dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.


Interactionist View: 
- Mempengaruhi perilaku kita sehari-hari
- Perilaku sosial dikondisikan oleh peran dan status.

Mobilitas Sosial 
pengertian mobilitas adalah pergerakan atau perpindahan, sedangkan sosial adalah masyarakat. Jadi mobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan naik(social climbing) atau turunnya(social sinking) status seseorang atau kelompok masyarakat. 


Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility).

Dampak Mobilitas

Dampak positif:
a. mendorong seseorang lebih maju
b. meningkatkan integrasi
c. mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yg lebih baik

Dampak negatif:
a. menimbulkan konflik:
    - konflik antar kelas

    - konflik antar kelompok sosial
    - konflik antar generasi
b. berkurangnya solidaritas kelompok
c. timbulnya gangguan psikologis


Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
Slide Binusmaya Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130111015545AAdA3Nk http://inkorclass.blogspot.com/2013/10/agen-sosialisasi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial
http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/

Hasil Wawancara

Nama : Bpk Surya
Tema : Pendidikan 
Pekerjaan : Staff Finance 

Apa itu definisi Pendidikan, menurut bapak ?
-Pendidikan memang selalu dihubungkan dengan formalitas, tetapi perlu kita sadari bahwa formal atau pun non formal, di masyarakat terjadi proses pendidikan dimana antar satu warga dengan warga lain terjadi kontak dan interaksi sosial yang jika menghasilkan sesuatu yang baik itulah pendidikan.

Apakah visi dan misi yang tersirat dalam definisi pendidikan anda sudah terealisasikan pada pemerintahan ? 
-Visi pendidikan menurut saya, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut mengambil andil dalam meraih cita-cita dan masa depan seseorang. Misi Pendidikan menurut saya, adalah pendidikan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan dalam masyarakat, termasuk dengan fasilitas yang memadai bagi para siswa-siswinya. Ini semua penting untuk meraih goals setiap pelajar. Mungkin belum yaa..

Apa yang kemungkinan akan menjadi kendala dalam menciptakan pendidikan yang bermutu? -Terlalu mahal, biaya pendidikan, jika yang tidak mampu, mereka hanya bisa mengenyam pendidikan syukur-syukur sampai SMA , tetapi jika tidak yaa paling hingga SD atau SMP, selebihnya kita bisa lihat banyak yang bekerja dipabrik, atau menjadi pembantu Rumah Tangga.

Apa rencana untuk mengatasi kendala tersebut Menurut Bapak ? 
-Menurut saya, semoga dengan adanya pemilu sebentar lagi akan ada pemerintah yang sangat peduli dengan dunia pendidikan , khususnya bagi orang-orang yang ada ada dipedalaman. 

Siapa yang akan bapak pilih untuk menjadi Presiden ?
-Untuk itu saya tidak bisa memberi tahu kamu, karna pemilu itu bersifat rahasia, dek.
tapi saya akan memilih seseorang yang akan terjun ke lapangan, yang berdedikasi dan mengabdi untuk negara, dan yang mementingkan rakyat banyak, khususnya dalam bidang pendidikan, karna pendidikan adalah hal yang penting untuk kita semua bisa dibilang bekal untuk menjalani hidup kita ini.

Monday, April 21, 2014

EKONOMI

Ekonomi dan Kerja

Perdagangan yang adil yaita apabila konsumen secara sukarela membayar harga atas-pasar untuk makanan tertentu sehingga para pekerja  berupah yang lebih tinggi.
 - Relativisme budaya: melihat pekerja asing dan pemilik pabrik dari perspektif budaya mereka sendiri.

Sistem Ekonomi: Lembaga Sosial di mana barang dan jasa yang diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.

Sistem Ekonomi

Masyarakat industri adalah masyarakat yang tergantung pada mekanisasi untuk memproduksi barang dan jasa. Terbagi menjadi 2, kapitalisme dan sosialisme:

 - Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.

Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.


Adam Smith

Adam Smith

Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.

 - Sosialisme 

Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

Sejumlah pakar ekonomi dan sejarah telah mengemukakan beberapa masalah yang berkaitan dengan teori sosialisme.
Diantaranya antara lain:
Milton Friedman
Ayn Rand
Ludwig von Mises
Kritik dan keberatan tentang sosialisme dapat dikelompokkan menjadi:
  • Insentif
  • Harga
  • Keuntungan dan kerugian
  • Hak milik pribadi
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :
1) Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.
2) Membatasi kebebasan System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
3) Mengabaikan pendidikan moral Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :
1) Disediakannya kebutuhan pokok Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
2) Didasarkan perencanaan Negara Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, di antara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
3) Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.

referensi: 
Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System

KELOMPOK

Pengertian kelompok
Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut para ahli: 

1.In Group dan Out Group 
Summer membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok social yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group. Contoh: Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group. 

2.Kelompok primer dan sekunder 
Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi,interaksi sosial dilakukan secara tatap muka (face to face). Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga sifatnya tidak begitu langgeng. 

3.Gemainschaft dan gesellschaft 
Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalam kelompok sosial sebagai Gemainschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemainschaft merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah, dan kekal. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dll. Gesellschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual. Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu perusahaan, dll. 

4.Kelompok Formal dan Informal 
J.A.A. Van Doorn membedakan kelomok Formal dan Informal. Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka, misalnya pemerintah memilih ketua, iuran anggota, dll. Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu . Kelompok ini terbentuk karena pertemuan berulang-ulang, misal kelompok dalam belajar. 

5.Membership group dan reference group 
Robert K. Merton membedakan kelompok membership dengan kelompok reference. Kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.


Ada 2 jenis kelompok yaitu:
(1) Kelompok utama: kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama.(2) Kelompok sekunder: formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.

Kelompok terbagi lagi menjadi 2 tipe yaitu In-Groups dan Out-Groups:
(1) In-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka pantas.(2) Out-Groups: setiap kelompok atau kategori yang dimana orang-orang merasa mereka tidak pantas.

Konflik antara in-groups dan out-groups bisa berujung pada kekerasan pada tingkat pribadi maupun politik.

Kelompok referensi: kelompok manapun bahwa individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri.
 - Kelompok Referensi menetapkan dan menegakkan standar perilaku dan keyakinan.
 - Sering dua atau lebih kelompok referensi mempengaruhi kita pada saat yang sama.



Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Kelompok kecil
Kelompok kecil: kelompok cukup kecil untuk semua anggota untuk berinteraksi secara bersamaan.

Ukuran kelompok terbagi menjadi 2 yaitu:(1) Dyad: kelompok dua-anggota (2) Triad: kelompok tiga-anggota 

Pembentukan Norma Kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Organisasi formal
Organisasi formal: kelompok yang dirancang untuk tujuan khusus dan terstruktur untuk efisiensi maksimum - Di AS, organisasi formal memenuhi berbagai variasi kebutuhan pribadi dan sosial - Dianggap berasal dari status dapat mempengaruhi bagaimana kita melihat diri kita dalam organisasi formal 

Karakteristik Birokrasi 
Birokrasi: komponen organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi 

Tipe ideal birokrasi: (Weber) konstruk atau model untuk mengevaluasi kasus-kasus tertentu.

Tipe ideal birokrasi:- Pembagian kerja - Hirarki otoritas - Aturan dan peraturan tertulis - Impersonality - Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis

Keterasingan: kondisi kerenggangan atau disosiasi dari masyarakat sekitarnya.

Dilatih ketidakmampuan: pekerja menjadi begitu khusus yang mereka kembangkan bintik-bintik buta dan gagal untuk melihat masalah yang jelas.

Birokratisasi sebagai Proses Birokratisasi: proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis.

Dapat berlangsung dalam pengaturan kelompok kecil:- Oligarki: diperintah oleh beberapa- Iron Hukum Oligarki: bahkan organisasi demokratis akhirnya berkembang menjadi birokrasi diperintah oleh beberapa.

referensi: Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States
               http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial

KELUARGA

Kelompok merupakan sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur. Kelompok utama yaitu kelompok kecil dengan intim, face-to-face asosiasi dan kerjasama. Dan kelompok sekunder yaitu formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian.
Keluarga merupakan bagian terpenting di dalam hidup kita. Tanpa kita sadari maupun kita tidak sadari kita sangat membutuhkan keluarga karena keluarga itu seperti kelompok utama kita. Pada saat kita kesulitan orang pertama yang akan membantu kita adalah keluarga. Oleh karena itu sekarang saya akan membahas KELUARGA lebih luas.

Pengertian
Pengertian keluarga dalam slide di Binus Maya, bahwa keluarga adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan darah, pernikahan atau beberapa lainnya mengatakan hubungan yang disepakati, atau adopsi dari berbagi hubungan tanggung jawab yang utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.
Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional.
Keluarga menurut Salvicion dan Ara Celis (1989)
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Keluarga melayani enam fungsi bagi masyarakat, yaitu:
(1) Perlindungan 
(2) Sosialisasi 
(3) Reproduksi 
(4) Peraturan perilaku seksual 
(5) Kasih sayang dan persahabatan 
(6) Pemberian status sosial

Jenis
Jenis keluarga ada 3, yaitu: 
(1) Keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak.
(2) Keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.
(3) Keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Peranan masing-masing anggota keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:
(1) Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anaknya.
Ayah berperan sebagai:
- Pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
(2) Istri dan ibu dari anak-anaknya.
Ibu mempunyai peranan:
- Untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
(3) Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisikmentalsosial, dan spiritual.
Anak mempunyai peranan:
- Bermain, membantu orang tua, belajar, sekolah (sesuai usianya), sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.

Tugas
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Bentuk Keluarga
Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.

Berdasarkan lokasi

  • Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri.
  • Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami.
  • Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri.
  • Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian).
  • Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri.
  • Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami.
  • Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .

Subsistem sosial

Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni:
(-) Subsistem suami-istri. 
Subsistem suami-istri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga. Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain.

(-) Subsistem orang tua-anak.
Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.

(-) Subsitem sibling (kakak-adik).


referensi:
- Slide Binus Maya Human Organization :Groups, Families, Communities,Cities, and States
- Situs Warta Warga Universitas Guna Darma: Keluarga
- Sugeng Iwan, “Pengasuhan Anak dalam Keluarga”
- Baron, R. A dan Donn Byrne. 2003. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
- Richard R Clayton. 2003. The Family, Mariage and Social Change.
- Anita L. Vangelis.2004.Handbook of Family Comunication.USA:Lawrence Elbraum Press.
- Jhonson, C.L. 1988. Ex Familia. New Brunswick: Rutger University Press.
- Fr Tderique Holdert dan Gerrit Antonides, “Family Type Effects on Household Members Decision Making”, Advances in Consumer Research Volume 24 (1997), eds. Merrie Brucks and Deborah J. MacInnis, Provo, UT: Association for Consumer Research.
- Minuchin, S (1974). Families and Family Therapy. Cambridge, MA: Harvard University Press.