Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
Lingkungan sosial: Dampak Isolasi
Diri: identitas yang berbeda yang membedakan kita dari orang lain.
Diri dan Sosialisasi
Mead : Tahapan Diri
Play Stage : Anak-anak mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi melalui simbol-simbol dan pengambilan peran yang terjadi.
Game Stage : anak-anak dari sekitar 8 atau 9 mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan.
Prepatory Stage : Anak-anak meniru orang-orang di sekitar mereka.
Pendekatan Sosiologi Diri
Persiapan (prepatory stage)
-Tahap persiapan merupakan tahap awal dalam sosialisasi yang dilakukan oleh manusia. Pada tahap ini dimulai sejak manusia lahir di dunia. Sejak saat itulah seseorang sudah memiliki persiapan untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan.
Tahap meniru (play stage)
-Pada tahap ini anak mulai mampu meniru secara sempurna. Tahap meniru ini juga disebut tahap bermain. Pada tahap ini kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya relatif banyak sudah mulai terbentuk. Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misal : ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya. Contoh: seorang anak kecil selalu meniru apa yang dikerjakan orang di sekitarnya dan menerima apa yang sudah dilihatnya.
Tahap siap bertindak (game stage)
-Pada tahap ini peniruan yang dilakukan seseorang mulai berkurang digantikan oleh peranan yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu. Pada tahap ini partner interaksinya makin banyak, hubungan pun makin kompleks. Kemantapan diri pada tahap ini jauh lebih tinggi dari tahap-tahap sebelumnya. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Pada tahap ini mulai siap menjadi partisipan aktif dalam masyarakat. Teman sebaya sangat berpengaruh pada game stage, karena dengan teman sebaya seseorang mulai mengenal dan berinteraksi dengan dunia di luar keluarga.
Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other)
-Pada tahap ini manusia/seseorang disebut sebagai manusia dewasa. Dia bukan hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas. Seseorang telah menyadari pentingnya peraturan-peraturan sehingga kemampuan bekerja sama menjadi mantap. Dalam tahap ini, manusia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
Agen Sosialisasi
Agen soialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada 4 agen sosialisasi yang utama yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.
1. Keluarga
Keluarga adalah tempat pertama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Keluarga juga merupakan dasar pembantu utama struktur sosial yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainnya tergantung pada eksistensinya.
2. Teman pergaulan
Teman pergaulan pertama kali ditemukan ketika anak mampu berpergian ke rumah. Pada awalnya, teman sepergaulan dimaksudkan sebagai kelompok rekreatif, namun dapat memberi pengaruh proses soialisasi setelah keluarga.
3. Lembaga Pendidikan Formal (Sekolah)
Dalam lembaga pendidikan formal seseorang mempelajari membaca, menulis, berhitung, aspek-aspek lain meliputi peraturan mengenai kemandirian, prestasi, universalisme, dan kekhasan.
4. Media Massa
Yang termasuk pada kelompok ini adalah media cetak (seperti koran, majalah, tabloid, surat kabar, dll), dan media elektronik (seperti TV, internet, radio, video, film, dll).
Sebagai contoh penayangan acara SmackDown di TV diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalm beberapa kasus, dan juga iklan-iklan produk-produk tertentu yang telah meningkatkanpola konsumsi dan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah Tanggapan kita terhadap perilaku seseorang didasarkan pada berarti kita melekat pada tindakannya.
* Kemampuan untuk mendefinisikan realitas sosial mencerminkan kekuatan kelompok dalam masyarakat.
Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
Menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Sumber-Sumber Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
- Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
- Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
- Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya).
- Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.
-Status : Mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat.
Status: Ascribed Status ,Achieved Status, Master Status.
-Peran sosial : kumpulan harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan
Komponen penting dari struktur sosial.
-Peran Konflik : Terjadi ketika harapan tidak kompatibel timbul dari dua atau lebih posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama.
-Peran sosial terbagi dua yaitu Role Stain dan Role Exit.
-Kelompok : jumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi satu sama lain secara teratur.
- Jejaring sosial: serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain
- Jaringan: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan.
- Institusi sosial : Pola terorganisir keyakinan dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.
Interactionist View:
- Mempengaruhi perilaku kita sehari-hari
- Perilaku sosial dikondisikan oleh peran dan status.
Mobilitas Sosial
pengertian mobilitas adalah pergerakan atau perpindahan, sedangkan sosial adalah masyarakat. Jadi mobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan naik(social climbing) atau turunnya(social sinking) status seseorang atau kelompok masyarakat.
Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility).
Dampak Mobilitas
Dampak positif:
a. mendorong seseorang lebih maju
b. meningkatkan integrasi
c. mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yg lebih baik
Dampak negatif:
a. menimbulkan konflik:
- konflik antar kelas
- konflik antar kelompok sosial
- konflik antar generasi
b. berkurangnya solidaritas kelompok
c. timbulnya gangguan psikologis
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
Slide Binusmaya Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130111015545AAdA3Nk http://inkorclass.blogspot.com/2013/10/agen-sosialisasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial
http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/
No comments:
Post a Comment